Selasa, 15 Januari 2013

Video Pilihan

UTUSAN MAUT

UTUSAN MAUT

Inilah sebuah dongeng kuno seseorang yang sakit didatangi Izrail, Malaikat pencabut nyawa. Orang itu lalu bertanya, "Apakah kedatanganmu sebagai kunjungan biasa atau untuk mencabut nyawaku?".

Izrail menjawab : "Kunjungan biasa"

Orang itu berkata lagi : "Demi persahabatan kita, jika dekat ajalku nanti, kirimlah utusan untuk memberi tahu aku." Izrail menyetujui permintaan itu.

Pada suatu hari Izrail datang untuk mencabut nyawanya. Orang itu berkata, "Bukankah belum pernah ada utusanmu yang datang kepadaku untuk memberitahukan perkara ini?".

Izrail menjawab : "Sudah .............. sudah pernah datang, bahkan berkali-kali. Bukankah tulang punggungmu bungkuk padahal sebelumnya lurus? Rambutmu memutih yang sebelumnya hitam? Suaramu bergemetar sesudah dahulunya lantang? Bahkan akhir-akhir ini kamu lemah sesudah dahulunya kamu perkasa? Penglihatanmu kabur sesudah dahulunya terang? Kamu dahulu penuh harapan, tetapi akhir-akhir ini sering putus asa? Aku telah mengirim banyak utusan kepadamu padahal kamu hanya meminta satu utusan. Oleh karena itu, janganlah kamu menyalahkan aku."

Tiga Puluh Kesalahan dalam Sholat

Tiga Puluh Kesalahan dalam Sholat

?Sesungguhnya yang petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.? (HR. An Nasa?I : 463)

Banyak orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan kesalahan-kesal­ahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa membuat amalan shalatnya tidak sempurna.

1. Menunda?nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan
Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah SWT
?Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman?. (QS. An-Nisa : 103)

2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki

Rasulullah SAW bersabda,  ?Barang siapa yang mendengar panggilan (adzan) kemudian tidak menjawabnya (dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan?. (HR. Ibnu Majah Shahih)

Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan. ?Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri shalat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah.?

3. Tidak tuma?minah dalam shalat

Makna tuma?minah adalah, seseorang yang melakukan shalat, diam (tenang) dalam ruku?.i?tidal,s­ujud dan duduk diantara dua sujud. Dia harus ada pada posisi tersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan pada tempatnya yang sesuai. Tiak boleh terburu-buru di antara dua gerakan dalam shalat, sampai dia seleasi tuma?ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya. Nabi SAW bersabda kepada seseorang yang tergegesa dalam shalatnya tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan benar,  ?Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat.?(HR.Bukhari)

4. Tidak khusu? dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan­ yang berlebihan di dalamnya.

Rasulallah SAW bersabda, ?Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah mengerjakan shalatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga atau setangah darinya. ? (HR. Abu Dawud, Shahih)

mereka tidak mendapat pahala shalatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusyu?an dalam hati atau melakukan gerakan-gerakan­ yang melalaikan dalam shalat.

5. Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakan­nya.

Perbuatan ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat. Merupakan suatu kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambat­kan sesudahnya pada setiap rakaat shalat. Rasulallah SAW bersabda,

?Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya.­ Jika ia bertakbir maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku? maka ruku?lah dan jangan ruku? sampai imam ruku? ?. (HR. Bukhari)

6. Berdiri untuk melengkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekananRasulallah SAW bersabda, ?Jangan mendahuluiku dalam ruku?, sujud dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)?. Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf, ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya). Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal.

7. Melafadzkan niat.

Tidak ada keterangan dari nabi SAW maupun dari para sahabat bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat. Ibnul Qayyim rmh menyatakan dalam Zadul-Ma?ad ?Ketika Nabi SAW berdiri untuk shalat beliau mengucapkan ?Allahu Akbar?, dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau (Nabi SAW) juga tidak melafalkan niatnya dengan keras.

8. Membaca Al-Qur?an dalam ruku? atau selama sujud.

Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas ra. bahwa Nabi SAW bersabda,  ?saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur?an selama ruku? atau dalam sujud.? (HR. Muslim)

9. Memandang ke atas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu.

Rasulallah SAW bersabda,  ?Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi?. (HR. Muslim)

10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun.

Diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa ia berkata, ?Aku berkata kepada Rasulallah SAW tentang melihat ke sekeliling dalam shalat Nabi SAW menjawab,  ?Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya?. (HR. Bukhari)

11. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat.

Sabda Rasulallah SAW. ?Allah tidak menerima shalat wanita yang sudah mencapai usia-haid, kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)?. (HR. Ahmad)

12. Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di hadapanya itu sebagai imam, maupun sedang shalat sendirian dan melangka (melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jum?at.

Rasulullah SAW bersabda,  ?Jika orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang shalat itu?. (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun lewat diantara shaf orang yang sedang shalat berjamaah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas ra : ?Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh.

Rasulallah SAW sedang shalat bersama orang ?orang Mina menghadap kedinding. Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk kedalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya?. (HR. Al-Jamaah).

Ibnu Abdil Barr berkata,
?Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa?id yang berbunyi ?Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya?. (Fathul Bari: 1/572)

13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud.

Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisi bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.

14. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya.

Hal ini mengurangi kekhusyu?an. Rasulallah SAW, melarang mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyu?an, Nabi SAW bersabda, ?Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya?. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)

15. Menutup mata tanpa alasan.

Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, ?Menutup mata buka dari sunnah Rasulullah SAW?. Yang terbaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu?an shalat, maka lebih baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornament dan sebagainya disekitar orang yang shalat atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu konsentrasinya,­ maka dipoerbolehkan menutup mata.

Namun demikian pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini.
Wallahu A?lam.

16. Makan atau minum atau tertawa.

Para ulama berkesimpulan orang yang shalat dilarang makan dan minum. Juga ada kesepakatan diantara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja maka ia harus mengulang shalatnya.

17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya.

Ibnu Taimuiyah menyatakan, ?Siapapun yang membaca Al-Qur?an dan orang lain sedang shlat sunnah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan suara keras karena akan mengganggu mereka. Sebab, Nabi SAW pernah meninggalkan sahabat-sahabat­nya ketika mereka shalat ashar dan Beliau (Nabi SAW)bersabda,  ?Hai manusia, setiap kalian mencari pertolongan dari Robb kalian. Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian?.

18. Menyela di antara orang yang sedang shalat.

Perbuatan ini terlarang, karena akan mengganggu. Orang yang hendak menunaikan shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada. Namun jika ia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu, maka hal ini di perbolehkan. Larangan ini lebih ditekankan pada jama?ah shalat Jum?at, hal ini betul-betul dilarang. Nabi SAW bersabda tentang mereka yang melintasi batas shalat, ?Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang?.

19. Tidak meluruskan shaf.

Nabi SAW bersabda, ?Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar? (HR. Bukhari dan Muslim).

20. Mengangkat kaki dalam sujud.

Hal ini bertentangan dengan ynag diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas ra.
?Nabi SAW telah memerintah bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambur atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki.?

Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadap kiblat. Tiap bagian kaki haris menyentuk lantai. Jika diangkat salah satu dari kakinya, sujudnya tidak benar. Sepanjang dia lakukan itu dalam sujud.

21. Meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan dan memposisikannya­ di leher.

Hal ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi Saw meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduanya di dada beliau. Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya. Tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya.

22. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh angota tubuh (seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan jari-jari kedua telapak kaki).

Rasulallah SAW bersabda, ?Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya: wajah, kedu telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki?. (HR. Muslim)

23. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat.
Ini adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat. Hal ini didasarkan pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu?bah budak Ibnu Abbas yang berkata, ?Aku shalat di samping Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku.? Selesai shalat di berkata, ?Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu! karena menyembunyikan persendian ketika kamu shalat!?.

24. Membunyikan dan mempermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat.

Rasulallah SAW bersabda ?Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat, cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk waktu shalat.? (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)

25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak. Merupakan hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Qur?an dengan benar. Sebagaimana sabda Nabi SAW ?Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Qur?an? (HR. Muslim)

26. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau memakai harum-haruman. Nabi SAW bersabda, ?Jangan biarkan perempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita.? (HR. Muslim)

27. Shalat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa.

Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.

28. Shalat dengan sarung, gamis dan celana musbil (melebihi mata kaki).

Banyak hadits rasulallah SAW yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya :

A. Rasulallah SAW bersabda : "sesungguhnya Allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakai sarung dengan cara musbil.? (HR. Abu Dawud (1/172 no. 638)

B. Rasulallah SAW bersabda : Allah SWT tidak (akan) melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai ke bawah (musbil) dengan perasaan sombong.? (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382)

C. Rasulallah SAW bersabda :
?Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka.? (HR.Bukhari : 5887)

29. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya.
Rasulallah SAW bersabda, ?Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu.? (HR. Muslim : 532)

30. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas).

Nabi SAW melarang perbuatan tersebut seraya bersabda :
?Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus shalatnya. (Shahih Al-Jami? : 650)

Inilah contoh perbuatan beliau(Nabi SAW)

?Apabila beliau (Nabi SAW) shalat di temapt terbuka yang tidak ada seorangpun yang menutupinya, maka beliau menamcapkan tombak di depannya, lalu shalat menghadap tombak tersebut, sedang para sahabat bermakmum di belakangnya. Beliau (Nabi SAW) tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinya dan sutrah tersebut.? Sifat Shalat Nabi SAW.

MEMBAKAR IBLIS

... MEMBAKAR IBLIS ...

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ...

Rekreasi ilmiah ini dilakukan sekelompok siswi dan para guru wanita menuju salah satu desa untuk menyaksikan tempat-tempat bersejarah. Ketika bus yang dinaiki telah sampai, mereka melihat desa itu seakan terasing dari daerah lain, dan kelebihannya memang daerahnya terpencil dan penduduknya sedikit.

Para siswi dan guru mulai turun dari bus dan mulai menyaksikan situs-situs bersejarah. Mereka menulis sebagian yang mereka saksikan, dan pada awalnya mereka saling berkumpul satu dengan yang lainnya untuk menyaksikan pemandangan. Setelah beberapa jam para siswi tersebut masing-masing berpencar untuk mencari tempat yang menakjubkan, lalu berdiam di situ.

Ada satu siswi yang bersemangat sekali untuk menulis situs-situs itu dengan seksama. Tanpa terasa ia menjauh dari teman-temannya. Setelah beberapa lama para siswi dan para guru kembali menaiki bus. Karena kurangnya penataan, para guru mengira semua siswi telah menaiki bus.

Tetapi satu siswi tadi masih tertinggal di sana, dan teman-temannya telah meninggalkannya. Ketika waktu semakin sore, siswi tersebut kembali ke tempat semula. Tetapi ia lihat tempat itu telah sepi, tidak ada seorang pun selain dirinya.

Ia memanggil dengan sekuat suaranya tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan menuju desa terdekat dengan harapan ia mendapatkan sarana untuk dapat kembali ke kotanya.

Setelah melakukan perjalanan yang panjang sembari menangis tiba-tiba ia melihat gubuk terpencil. Ia pun mengetuk pintu. Ternyata yang keluar adalah pemuda yang usianya mendekati dua puluh tahun membukakan pintu untuknya. Pemuda itu terkejut dan berkata, ?Engkau ini siapa??

Ia menjawab, ?Aku seorang siswi yang datang ke sini bersama dari sekolah. Tetapi mereka meninggalkanku sendirian, aku tidak tahu jalan pulang.?

?Sesungguhnya engkau berada di desa terasing. Sedangkan desa yang engkau kehendaki berada di arah utara, sedangkan engkau berada di arah selatan, sedangkan disana tidak ada seorang pun yan tinggal.?

Ia meminta siswi itu untuk masuk ke gubuknya dan bermalam di situ sampai masuk waktu pagi sehingga mudah untuk mencari transportasi menuju kotanya. Ia mempersilahkan si gadis untuk tidur di atas tempat tidurnya sedangkan ia sendiri akan tidur di atas tanah di sudut kamar.

Pemuda itu mengambil kain dan digantungkan pada tali sekeliling kamar tidur agar tertutup dari arah kamar lainnya. Si siswi pun merebahkan tubuhnya dengan rasa takut. Ia pun menyelimuti seluruh tubuhnya kecuali dua matanya yang mencoba memperhatikan apa yang dilakukan si pemuda.

Si pemuda sedang duduk di pojok kamar dengan buku di tangannya. Tiba-tiba ia meletakkan buku dan melihat ke lilin yang berada di depannya. Setelah itu ia meletakkan jempolnya di atas lilin selama sekitar lima belas menit sehingga membakarnya. Ia kemudian melakukan hal yang sama terhadap semua jemarinya.

Si gadis senantiasa mengawasinya. Ia menangis tertahan karna takut jika pemuda itu hendak berbuat sesuatu dan dikira ia mengikuti aliran sekte tertentu. Keduanya tidak dapat tidur sama sekali sampai pagi.

Kemudian paginya pemuda tersebut mengantarkan si gadis samapai ke rumahnya. Gadis tersebut menceritakan pengalamannya bersama pemuda tersebut kepada kedua orang tuanya. Tetapi si ayah tidak percaya terhadap cerita tersebut mengingat putrinya sedang sakit karna ketakutan dengan peristiwa yang dialaminya.

Si ayah pun pergi menemui pemuda tersebut dan mengaku sebgai musafir, dan memintanya untuk menunjukan jalan. Si ayah memperhatikan jemari si pemuda yang keduanya di perban. Si ayah bertanya tentang jemarinya.

Pemuda itu menjawab ?Dua malam yang lalu telah datang kepadaku seorang gadis cantik. Ia tidur dirumahku. Sedangkan setan mengodaku. Aku khawatir terjerumus ke dalam dosa atau ke bodohan. Maka aku putuskan untuk membakar jemariku satu demi satu, agar syahwat setan ikut terbakar bersamanya sebelum Iblis memperdayaku. Hasrat untuk berbuat tidak senonoh terhadap si gadis lebih berat rasanya dari pada sakitnya jari saat terbakar.?

Ayah si gadis kagum dengan keteguhan pemuda tadi. Beliau pun mengundangnya ke rumah. Ia memutuskan untuk menikahkannya dengan putrinya, sedangkan si pemuda belum tahu bahwa calon istrinya tadi adalah si gadis cantik yang pernah bersamanya.

Setelah ia berhasil menghindari perbuatan haram bersama si gadis pada malam itu, maka diganti dengan keberuntungan memilikinya selama hidupnya.

"Tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, kecuali Allah akan mengganti bagimu denga sesuatu yang lebih baik dari apa yang kamu tinggalkan."(HR. Ahmad )

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Kisah Mangkuk Yang Tidak Beralas

"Kisah Mangkuk Yang Tidak Beralas"

Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini:

?Apa yang engkau inginkan dari dariku??

Si pengemis itu tersenyum dan berkata : ?Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.?

Sang raja terkejut, ia merasa tertantang : ?Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!

Maka menjawablah sang pengemis: ?Berpikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa.?

Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat nasihat dari seorang pengemis.

?Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu. Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya.?

Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengangsurkan mangkuk penadah sedekah: ?Tuanku dapat mengisi penuh mangkuk ini dengan apa yang tuanku inginkan.?

Bukan main! Raja menjadi geram mendengar ?tantangan? pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas! Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah.

Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, ratna mutumanikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.

Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis bukan pengemis biasa, terbata-bata ia bertanya : ?Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini??

Pengemis itu menjawab sambil tersenyum : ?Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya. Ada kegembiraan, gairah memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu.

Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi artinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu. Kegembiraan, gairah, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan.

Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan."

Raja itu bertanya lagi : ?Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu??

?Tentu ada yaitu rasa syukur. Jika engkau pandai bersyukur, kebahagiaan akan datang kepadamu.?

Ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari mata khalayak.

Semoga Bermanfaat

Ini kisah persahabatan antara seorang putra presiden & pemuda rakyat biasa yaitu Bono.

Ini kisah persahabatan antara seorang putra presiden & pemuda rakyat biasa yaitu Bono.

Persahabatan mereka terjalin sejak masih kecil.

Bono punya kebiasaan ?g terkadang menjengkelkan. Apapun peristiwa ?g terjadi di depannya selalu dianggap positif. "Itu Baik!? kata nya senantiasa.

Hari itu seperti ?g sering mereka lakukan, Bono menemani sahabatnya berburu. Tugasnya membawa senapan & mengisi peluru agar selalu siap digunakan. Ntah kenapa, mungkin blm terkunci sempurna, setlh diserahkan kpd sahabatnya, senapan itu meletus.

Akibatnya cukup fatal. Jempol putra presiden terkena terjangan peluru & putus. Melihat itu tnp sadar dgn kalemnya Bono brkomentar. "Itu Baik!? Kontan sahabatnya naik pitam.

?Bgmn kau ini! Jempolku putus tertembak, malah dibilang BAIK!!? Kali ini kelakuan Bono tak termaafkan. Ia dijebloskan k penjara.

Suatu saat sang putra presiden prgi berburu ke Afrika. Sayangnya, ia trsesat di hutan lebat & ditangkap suku primitif kanibal. Malam harinya, dlm keadaan terikat ia akan dibakar utk disantap ramai2.

Anehnya, mendadak ia dibebaskan. Ternyata suku tsb pantang memangsa makhluk yg organ tubuhnya tdk lengkap.

Nasib baik itu membuat sang putra presiden termenung. Ia teringat peristiwa ketika jempolnya putus trtembak krn ulah Bono. Ia kemudian menemui Bono d penjara.

?Ternyata kau benar. Ada baiknya jempolku tertembak,? kt nya sambil menceritakan pristiwa yg dialaminya di Afrika.

"Aku menyesal telah memenjarakanmu."

?Oh, tidak! Bagiku, ini Baik!?

?Bgmn kau ini? Di penjara tp kau bilang baik??

?Kalau aku tdk dipenjara, psti saat itu aku yg bersamamu berburu ke Afrika. Dan pasti Akulah yg akan dimangsa mereka!?

Apapun keadaan ?g kita alami di dalam kehidupan ini (musibah, sakit, PHK, dsb), itu berarti TUHAN telah mengijinkan hal itu terjadi pd diri kita.

Percayalah, slalu ada pelangi sehabis hujan.

Dia sedang bekerja utk kita. Mari kita belajar seperti Bono, bsyukur utk byk hal yg kita tdk mengerti & menggunakan perkataan yg baik utk saling membangun.

Belajar Menerima Takdir

... Belajar Menerima Takdir ...

Dalam kondisi normal, manusia sepenuhnya sadar bahwa kehidupannya diwarnai dengan suka dan duka, sedih dan gembira, menangis dan tertawa, sengsara dan bahagia.

Namun kesadaran tersebut hilang, manakala manusia tiba-tiba dirundung duka, kesedihan dan kesengsaraan. Sebaliknya, banyak manusia bersikap up-normal pada saat suka-cita, gembira dan bahagia.

Tepatlah kemudian jika Alquran menyitir sifat manusia yang umumnya suka mengeluh, sebagaimana tersebut di dalam firman-Nya, "Sungguh, manusia diciptakan bersikap suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah, dan apabila dia mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir." (QS. Al-Ma'arij: 19-21).

Namun Alquran mengajarkan kepada kaum muslimin untuk mempertahankan posisi normal dalam keadaan apa pun baik suka maupun duka, baik tertimpa musibah ataupun dianugerahi kebahagiaan.

Hal tersebut karena posisi normal mengisyaratkan ketenangan dan kerelaan seseorang atas takdir yang ditentukan Allah, yang menunjukkan pula kuatnya iman. Lebih dari itu, posisi normal menjadikan seseorang dapat tetap berpikir logis dan pengendalian diri dengan baik.

Adalah merupakan kewajiban kaum muslimin untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah dan bersyukur saat mendapat anugerah. Hal tersebut karena seorang Muslim yakin bahwa kejadian apapun di bumi dan langit tidak akan terlepas dari takdir Allah SWT serta apa pun bentuk kejadiannya bagi Allah SWT merupakan suatu hal yang amat mudah.

Sehingga seorang Muslim harus senantiasa berbaik sangka terhadap Allah, sedangkan yang dilakukannya tidak lebih sekedar berikhtiar atas apa yang dapat dilakukan. (QS. Al-Hadid: 22). Sikap seorang Muslim tersebut merupakan respons positif dalam mengatasi sifat alamiah manusia yang umumnya mengeluh pada saat susah dan kikir saat mendapat anugerah.

Sikap tersebut merupakan modifikasi dari sifat alamiah-negatif menjadi progresif-positif dengan tujuan agar kaum muslimin tidak sampai bersedih hati dalam menghadapi masalah hingga berujung pada sikap putus asa.

Sebaliknya, jika anugerah yang diberikan oleh Allah, maka seorang mukmin tidak boleh pula terlalu gembira yang berujung pada sikap sombong dan lupa diri. (QS. Al-Hadid: 23). Sikap moderat inilah yang ditekankan Alquran dalam banyak kesempatan sehingga dengan kemoderatannya seorang muslim tetap dalam kondisi normal.

Sikap moderat tersebut sekaligus sebagai bentuk antitesa terhadap sikap orang-orang munafik yang sering berada pada satu titik ekstrem, yaitu berjanji beriman kepada Allah sebelum mendapat anugerah dan bersikap kikir saat mendapatkannya. (QS. At-taubah: 75-77).

Dengan demikian seorang Muslim hendaknya senantiasa memiliki keyakinan kuat bahwa nasib dari perjalanan hidupnya adalah takdir Allah dan kewajiban dirinya adalah berikhtiar dengan sekuat tenaga dan sebaik-baiknya usaha (QS. Al Mulk: 2). Kedua, memiliki prasangka baik terhadap Allah SWT atas takdir apapun pada dirinya.

Ketiga, berusaha untuk bersikap moderat dalam keadaan apa pun dan terus berusaha menjadi lebih baik, sehingga tetap mampu berpikir normal dan kritis serta tidak terbawa oleh penderitaan atau terlena oleh kenikmatan.

Keempat, memiliki visi untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah dan bersabar kala menerima cobaan serta yakin bahwa nikmat yang diberikan Allah jauh lebih banyak dari cobaan yang diterima. Wallahu a'lam...

Rasulullah SAW bersabda :
"Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, ia akan terjaga dari fitnah Dajjal." Dalam riwayat lain disebutkan : "Dari akhir surat al-Kahfi." (HR Muslim)